Panduan Sekolah Kedinasan
Psikotes Sekolah Kedinasan 2026: Jenis Tes, Aturan Nilai Tiap Sekolah, dan Contoh Soal
Tim Pengajar BimbelKedinasan.com Diperbarui Oktober 2026
Jawaban singkat
Psikotes (tes psikologi) adalah tahap seleksi lanjutan setelah SKD di hampir semua sekolah kedinasan yang kami bahas, untuk mengukur kemampuan berpikir, kepribadian, dan sikap kerja. Perannya berbeda: di STIN berbobot 70% dari tahap SKB dan menggugurkan bila nilainya 54 atau kurang, di Poltekpin berbobot 30% dengan ambang 60, dan di IPDN berbobot 25% dalam peringkat menuju seleksi penentuan akhir. Di Polstat STIS hasilnya berupa kode (Kode 3 gugur), sedangkan di PKN STAN, Poltekip/Poltekim, Poltek SSN, dan sekolah Kemenhub (pola pembibitan) hasilnya menentukan lolos atau gugur. STMKG tidak mencantumkan psikotes sebagai tahap tersendiri pada 2026.
Psikotes Tiap Sekolah Kedinasan 2026
Isi, peran nilai, dan jadwal psikotes berbeda di tiap sekolah, jadi cek aturan sekolah tujuanmu sebelum berlatih.
| Sekolah | Isi dan bentuk psikotes | Peran nilai | Jadwal 2026 |
|---|---|---|---|
| IPDN | Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran berbasis CAT: kecerdasan, kepribadian, sikap kerja, serta integritas dan kejujuran | Bobot 25% dalam peringkat per provinsi (bersama SKD 20%, TKBI 40%, kesehatan 15%); yang lanjut ke seleksi penentuan akhir 1,1× formasi (OAP Papua 1,5× kuota OAP) | 21–22 Oktober di lokasi yang ditunjuk Polda; hasil 24 Oktober |
| PKN STAN | CBT dua subtes: resiliency, emotion regulation, consciousness, dan academic self efficacy; lalu sikap kerja (motivation dan perseverance) | Tidak dibobot, tetapi wajib memenuhi kriteria untuk lulus | Dalam seleksi lanjutan 20–25 Oktober |
| STIN | Tes psikologi digital, tertulis, dan wawancara pada tahap SKB: kecerdasan, sikap kerja, kehidupan perasaan, dan penyesuaian sosial | 70% dari nilai SKB; 65–100 Disarankan, 55–64 Dipertimbangkan, 54 ke bawah Tidak Disarankan dan gugur | Oktober, terpusat di Jakarta |
| Polstat STIS | Psikotes dan wawancara daring (CBT) pada Seleksi Lanjutan II | Kode 1 (Disarankan), 2 (Dipertimbangkan), atau 3 (Tidak Disarankan) — Kode 3 gugur dan 1,2× kebutuhan lanjut; bila yang lulus tahap akhir melebihi kebutuhan, hasil ini menjadi penentu pertama | 21–24 Oktober (hasil 5 November) |
| Poltekip & Poltekim | Seleksi psikologi: inteligensi, sikap kerja, dan kepribadian, termasuk integritas, kestabilan emosi, dan kesiapan mental; bentuk tesnya tidak dirinci | Bersistem gugur | Diumumkan lewat laman resmi |
| Poltekpin | Psikotes CBT dengan skala nilai 0–100 | Gugur di bawah ambang 60; bila lolos berbobot 30% dari nilai seleksi lanjutan | Dalam seleksi lanjutan 12–30 Oktober di Jakarta |
| Poltek SSN | Seleksi psikologi; materi rinci dan bobotnya tidak dipublikasikan di pengumuman | Bersistem gugur | Di Jakarta; waktunya diumumkan di laman penerimaan |
| Sekolah Kemenhub (pola pembibitan) | Psikotes (rinciannya tidak dimuat di pengumuman) | Menggugurkan, tidak dibobot | Dalam seleksi lanjutan 11–28 Oktober |
| STMKG | Tidak tercantum sebagai tahap tersendiri | — | — |
Pengumuman 2026 tidak menyebut nama alat tes yang dipakai. IPDN, PKN STAN, STIN, dan Poltekimipas merinci aspek yang diukur, sedangkan Poltekpin, Poltek SSN, dan sekolah Kemenhub tidak. Jadwal di atas adalah jadwal 2026; jadwal 2027 mengikuti pengumuman resmi tiap sekolah.
Apa Itu Psikotes Sekolah Kedinasan dan Apa yang Diukur?
Psikotes adalah rangkaian tes untuk mengukur kemampuan berpikir, kepribadian, dan perilaku kerja calon mahasiswa, taruna, atau praja sekolah kedinasan; pedoman SPCP IPDN 2026, misalnya, merinci empat aspek berikut.
Psikotes berbeda dengan TKP di SKD. TKP adalah subtes SKD yang dikerjakan semua peserta di CAT BKN, dengan nilai 1–5 untuk tiap soal yang dijawab dan passing grade 156 untuk formasi umum. Psikotes adalah tahap terpisah setelah SKD dengan aturan nilai yang berbeda di tiap sekolah.
Kecerdasan
Cara berpikir praktis, verbal, logis, dan analitis — aspek kecerdasan pada tes psikologi IPDN. STIN dan Poltekimipas juga mengujinya.
Kepribadian
Di IPDN antara lain stabilitas emosi, penyesuaian diri, kepercayaan diri, dan motif berprestasi; PKN STAN mengukur resiliency, emotion regulation, consciousness, dan academic self efficacy, sedangkan STIN menyebut kehidupan perasaan dan penyesuaian sosial.
Sikap kerja
Kecepatan, ketelitian, dan ketahanan kerja di IPDN; PKN STAN menggali motivation dan perseverance, dan STIN serta Poltekimipas juga mengukur sikap kerja.
Integritas dan kejujuran
IPDN mengujinya dalam satu rangkaian dengan tes psikologi, termasuk aspek transparansi, profesionalisme, dan religiusitas; Poltekimipas juga mengukur integritas dan kesiapan mental.
Jenis Soal yang Umum di Psikotes
Pengumuman resmi tidak menyebut alat tes yang dipakai, tetapi psikotes seleksi umumnya memuat empat bentuk soal berikut; di sekolah yang memakai CAT/CBT, sebagian besar berupa pilihan ganda di komputer.
Di STIN dan Polstat STIS, psikotes juga mencakup wawancara. Siapkan jawaban jujur tentang motivasi, pengalaman, dan cara kamu menghadapi masalah.
Tes kemampuan (inteligensi)
Deret angka, analogi dan padanan kata, silogisme, hitungan, serta pola gambar dan bangun ruang, dengan batas waktu per bagian. Polanya mirip TIU SKD.
Tes kepribadian
Pernyataan yang kamu pilih sesuai atau tidak sesuai dengan dirimu, atau pasangan pernyataan yang harus dipilih salah satu. Tidak ada jawaban benar-salah; yang dilihat adalah profil dan konsistensi jawabanmu.
Tes sikap kerja (kecermatan dan hitung berlajur)
Di komputer bisa berupa tes kecermatan: mencari huruf, angka, atau simbol yang hilang dengan waktu sangat singkat per soal. Di kertas berupa tes Kraepelin atau Pauli: menjumlahkan angka yang berdekatan terus-menerus. Keduanya melihat kecepatan, ketelitian, dan ketahanan kerja.
Tes menggambar
Misalnya Wartegg (menggambar di 8 kotak yang sudah berisi tanda kecil), menggambar orang, atau menggambar pohon. Tes ini dikerjakan di kertas, jadi belum tentu muncul di psikotes berbasis komputer.
Tes Kraepelin dan Pauli (Tes Koran): Cara Mengerjakan
Tes Kraepelin dan Pauli memintamu menjumlahkan dua angka yang berdekatan berulang-ulang dan menuliskan angka satuan hasilnya; yang diukur adalah kecepatan, ketelitian, kestabilan, dan ketahanan kerja.
Bentuk lembar dan instruksinya bisa berbeda di tiap penyelenggara, dan di psikotes berbasis komputer bentuk tes sikap kerja bisa berbeda dari lembar kertas — ikuti petunjuk di layar dan arahan pengawas pada hari tes.
- Contoh: 8 dan 7 dijumlah 15, maka yang ditulis 5.
- Kraepelin: lembar berisi banyak lajur angka pendek; kamu pindah ke lajur berikutnya setiap ada aba-aba, umumnya dikerjakan dari bawah ke atas, dengan waktu total lebih singkat daripada Pauli.
- Pauli: lembar besar seperti koran yang dikerjakan lebih lama — umumnya sekitar satu jam — dari atas ke bawah, dengan menandai batas setiap ada aba-aba.
- Jaga tempo tetap stabil dari awal sampai akhir; hasilnya dibaca dari jumlah hitungan, kesalahan, dan kestabilan tempo.
- Jangan melompati angka atau berhenti lama membetulkan salah hitung; ikuti cara koreksi yang diinstruksikan pengawas.
- Latih penjumlahan satu digit tanpa alat hitung 10–15 menit per hari sampai jawabannya keluar otomatis.
Tes Wartegg dan Tes Menggambar
Tes Wartegg memakai 8 kotak yang masing-masing sudah berisi tanda kecil, seperti titik, garis, atau lengkungan, dan kamu menggambar di setiap kotak dengan memanfaatkan tanda itu. Seperti tes menggambar orang dan pohon, ini tes proyektif kepribadian: yang dinilai bukan bakat seni, melainkan cara kamu memakai tanda, isi gambar, dan urutan mengerjakannya.
Tes kertas seperti ini belum tentu dipakai di psikotes berbasis komputer, dan pengumuman 2026 tidak menyebutnya.
- Pakai tanda di setiap kotak sebagai bagian dari gambar, jangan diabaikan.
- Selesaikan kedelapan kotak; gambar sederhana yang lengkap lebih baik daripada kotak yang kosong.
- Buat gambar yang berbeda-beda dan wajar, lalu ikuti instruksi tambahan seperti memberi judul atau mencatat urutan mengerjakan.
- Untuk menggambar orang atau pohon, gambarlah secara utuh dan proporsional, tanpa terburu-buru.
Contoh Soal Psikotes dan Pembahasannya
Berikut contoh soal latihan untuk tiap jenis tes — bukan soal asli seleksi — agar kamu mengenal pola dan cara berpikirnya.
| Jenis | Soal | Jawaban & pembahasan |
|---|---|---|
| Deret angka | 3, 6, 12, 24, … | 48 — setiap angka dikali 2. |
| Deret angka | 2, 5, 10, 17, 26, … | 37 — selisihnya 3, 5, 7, 9, jadi berikutnya +11. |
| Analogi | DOKTER : PASIEN = GURU : … | MURID — pihak yang dilayani oleh profesi tersebut. |
| Silogisme | Semua taruna wajib apel pagi. Raka seorang taruna. Kesimpulannya? | Raka wajib apel pagi. |
| Padanan kata | Sinonim AJEG adalah … | Tetap atau konsisten. |
| Kecermatan | Kelompok: A B C D E. Soal: B E A D — huruf apa yang hilang? | C — bandingkan soal dengan kelompoknya, lalu cari yang tidak ada. |
| Hitung berlajur | Lajur dari atas: 4, 9, 6, 8 — jumlahkan berpasangan dari bawah | 8+6=14 → tulis 4; 6+9=15 → tulis 5; 9+4=13 → tulis 3. Cukup angka satuannya. |
| Kepribadian | “Saya tetap menyelesaikan tugas meski tidak diawasi.” Sesuai / Tidak sesuai | Tidak ada jawaban benar; pilih yang paling jujur. Pernyataan serupa bisa muncul lagi dengan kalimat lain untuk melihat konsistensimu. |
Cara Menyiapkan Psikotes Sekolah Kedinasan
Psikotes bisa dipersiapkan: tes kemampuan dan sikap kerja makin lancar dengan latihan berbatas waktu, sedangkan tes kepribadian cukup dijawab jujur dan konsisten.
- Latih soal kemampuan (deret, analogi, logika, dan gambar) dengan batas waktu 3–4 kali seminggu, mulai minimal sebulan sebelum tes.
- Latih tes kecermatan berbatas waktu dan hitung cepat satu digit tanpa alat hitung untuk tes Kraepelin atau Pauli.
- Jawab tes kepribadian sesuai dirimu, bukan sesuai jawaban yang kamu kira diinginkan; banyak tes kepribadian memuat pernyataan berulang atau butir pengecek, sehingga jawaban yang dibuat-buat berisiko terbaca tidak konsisten.
- Biasakan mengerjakan soal di komputer, karena IPDN, PKN STAN, Polstat STIS, dan Poltekpin memakai CAT/CBT dan STIN memakai tes psikologi digital selain tes tertulis; untuk STIS yang daring, siapkan perangkat dan koneksi yang stabil.
- Siapkan cerita jujur tentang alasan memilih sekolah dan pengalamanmu untuk wawancara.
- Tidur cukup, sarapan, datang lebih awal, dan baca tata tertib serta jadwal di laman resmi — IPDN, misalnya, mengadakan gladi jaringan bersamaan dengan jadwal tes psikologinya.
Rincian Psikotes dan Tes Lanjutan per Sekolah
Seluruh tahapan tes tiap sekolah — termasuk kesehatan, kebugaran, wawancara, dan bobot nilai akhirnya — dibahas di panduan tes atau halaman sekolahnya masing-masing.
IPDN
Tes psikologi, integritas, dan kejujuran, serta tes kesehatan dan kesamaptaan.
PKN STAN
TPA, TBI, tes psikologi, kesehatan, kebugaran, dan bobot kelulusan.
STIN
SKD, lalu SKB dengan tes psikologi digital, tertulis, dan wawancara berbobot 70%.
Polstat STIS
Tes Matematika, psikotes dan wawancara daring, kesehatan, dan kebugaran.
Poltekip & Poltekim
Kesehatan, kesamaptaan, psikologi, serta wawancara dan keterampilan.
Poltekpin
Psikotes CBT berambang 60 dan bobot seleksi lanjutan.
Poltek SSN
Tes akademik, psikologi, kesehatan, kebugaran, Litpers, dan Pantukhir.
Sekolah Kemenhub
Kesehatan dan psikotes yang menggugurkan, kebugaran, dan wawancara.
STMKG
SKB, kesehatan, kebugaran, dan wawancara.
Panduan Sekolah Kedinasan lainnyaSemua info Sekolah Kedinasan →
- Syarat Masuk Sekolah Kedinasan 2026: Usia, Nilai, dan Tinggi Badan Tiap SekolahTidak ada satu syarat yang berlaku untuk semua sekolah kedinasan: tiap sekolah menetapkan batas usia, nilai, dan tinggi badan sendiri. Pada 2026, syarat tinggi berkisar dari tanpa batas minimal (Polstat STIS) hingga 168 cm untuk pria (Poltekip dan Poltekim), dan syarat nilai dari rata-rata ijazah 70 (Poltekip, sekolah Kemenhub) hingga rata-rata rapor 85 (STIN). Kesamaannya: semua sekolah di bawah ini mendaftar lewat SSCASN dan diawali SKD berbasis CAT BKN.
- Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026: Nilai Ambang Batas TWK, TIU, TKP dan Aturan LolosPassing grade SKD sekolah kedinasan 2026 adalah TWK 65, TIU 80, dan TKP 156, berlaku sama untuk semua sekolah kedinasan sesuai Keputusan MenPANRB No. 406 Tahun 2026, dan ketiganya wajib terpenuhi sekaligus. Tetapi lolos passing grade belum berarti lanjut: peserta diperingkat, dan hanya peringkat teratas — paling banyak 3 kali jumlah kebutuhan atau sesuai persetujuan MenPANRB — yang ikut seleksi lanjutan.
- Jadwal Sekolah Kedinasan 2026: SKD, Pengumuman Hasil SKD, dan Kelulusan Akhir Tiap SekolahMenurut jadwal BKN, SKD sekolah kedinasan 2026 berlangsung 22 September–7 Oktober 2026, hasil SKD diumumkan bertahap 1–13 Oktober, seleksi lanjutan non-CAT 11–28 Oktober, dan kelulusan akhir 21 Oktober–1 November. Tiap sekolah menurunkannya ke jadwal sendiri — misalnya hasil SKD IPDN diumumkan 6 Oktober, sedangkan kelulusan akhir STMKG baru 18–19 November.
- Materi dan Kisi-kisi SKD Sekolah Kedinasan 2026: Isi Resmi TWK, TIU, dan TKPKisi-kisi resmi SKD sekolah kedinasan 2026 tercantum di Keputusan MenPANRB No. 406 Tahun 2026: TWK menguji nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa negara; TIU menguji kemampuan verbal, numerik, dan figural; TKP menguji pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, dan anti radikalisme. Totalnya 110 soal yang dikerjakan dalam 100 menit.
- Contoh Soal TWK Sekolah Kedinasan 2026 dan PembahasannyaTWK sekolah kedinasan 2026 berisi 30 soal dengan nilai maksimal 150 dan passing grade 65, jadi minimal 13 jawaban benar. Soalnya menguji lima aspek — nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa negara — dan setiap jawaban benar bernilai 5, salah atau kosong 0.
- Contoh Soal TIU Sekolah Kedinasan 2026 dan PembahasannyaTIU sekolah kedinasan 2026 berisi 35 soal dengan nilai maksimal 175 dan passing grade 80, jadi minimal 16 jawaban benar. Soalnya menguji kemampuan verbal (analogi, silogisme, analitis), numerik (berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, soal cerita), dan figural.
- Contoh Soal TKP Sekolah Kedinasan 2026 dan Cara Memilih Jawaban Bernilai 5TKP sekolah kedinasan 2026 berisi 45 soal situasi dengan nilai maksimal 225 dan passing grade 156. Setiap pilihan jawaban bernilai 1 sampai 5 — tidak ada jawaban yang benar-salah mutlak — jadi kamu perlu rata-rata hampir 3,5 poin per soal untuk lolos.
- Sekolah Kedinasan untuk Lulusan IPS dan SMK 2026: Daftar Sekolah dan Syarat NilainyaLulusan IPS dan SMK tetap punya banyak pilihan sekolah kedinasan. Polstat STIS, STMKG, dan Poltekpin menerima lulusan SMA/MA/SMK semua jurusan. IPDN dan PKN STAN tidak membatasi jurusan SMA, tetapi IPDN tidak menerima lulusan SMK. STIN dan Poltek SSN menerima SMK jurusan tertentu saja, sedangkan sekolah Kemenhub menetapkan jurusannya per program studi.
- Tes Kesehatan dan Kesamaptaan Sekolah Kedinasan 2026: Isi Tes Fisik dan Bobotnya di Tiap SekolahSemua sekolah kedinasan yang kami bahas menguji kesehatan dan kebugaran setelah SKD. Tes fisiknya berupa lari — lari 12 menit di PKN STAN, STIN, Poltekip/Poltekim, Poltekpin, dan Poltek SSN, atau Cooper Test 2,4 km di STMKG — ditambah pull up, sit up, push up, atau shuttle run sesuai sekolah. Perannya berbeda: di PKN STAN kesehatan dan kebugaran masing-masing berbobot 15% dan di STMKG masing-masing 30%, sedangkan di STIN, Poltekip/Poltekim, Poltekpin, Poltek SSN, dan sekolah Kemenhub hasilnya bisa langsung menggugurkan.
- Daftar Sekolah Kedinasan 2026: 9 Instansi, Jenjang, Formasi, dan Cara Daftar di SSCASNPada 2026 ada 9 kementerian/lembaga yang membuka sekolah kedinasan lewat SSCASN BKN dengan total 4.770 formasi: PKN STAN, IPDN, STIN, Polstat STIS, STMKG, Poltekip & Poltekim (Poltekimipas), Poltekpin, Poltek SSN, dan 12 kampus Kemenhub. Semuanya mendaftar dengan alur yang sama — satu akun SSCASN, satu sekolah pilihan — dan diawali SKD berbasis CAT BKN.
- Tips Lolos SKD Kedinasan 2026: Cara Belajar dan Mengerjakan TWK, TIU, dan TKPLolos SKD sekolah kedinasan berarti memenuhi passing grade di ketiga subtes sekaligus — TWK 65, TIU 80, dan TKP 156 — lalu masuk peringkat teratas, karena yang lanjut paling banyak 3 kali kebutuhan atau sesuai persetujuan MenPANRB. Aturan penilaiannya memberi tiga pegangan: jawaban salah tidak mengurangi nilai, setiap jawaban TKP bernilai minimal 1, dan 110 soal harus selesai dalam 100 menit.
- Sekolah Kedinasan per Kota 2026: Daftar Kampus di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, dan Kota LainKampus sekolah kedinasan paling banyak berada di Jabodetabek — PKN STAN, Polstat STIS, STIN, STMKG, Poltekimipas, Poltekpin, Poltek SSN, STIP, PTDI-STTD, dan PPI Curug — sedangkan kampus Kemenhub tersebar dari Aceh hingga Jayapura dan IPDN berpusat di Jatinangor, Sumedang. Kamu tidak harus tinggal di kota kampusnya: seleksi lewat SSCASN terbuka untuk pendaftar dari seluruh Indonesia, dan SKD dikerjakan di lokasi tes yang disediakan panitia.
- Gaji Lulusan Sekolah Kedinasan 2026: Gaji Pokok CPNS, Golongan, dan Penempatan Tiap SekolahLulusan sekolah kedinasan yang diangkat menjadi CPNS menerima gaji pokok 80% dari gaji pokok PNS golongannya (PP 7/1977 Pasal 5), ditambah tunjangan yang berbeda di tiap instansi. Menurut tabel PP 5/2024, gaji pokok terendah golongan II/c — golongan awal lulusan D-III Polstat STIS — adalah Rp2.485.900, dan golongan III/a dengan masa kerja 0 tahun — golongan awal lulusan D-IV STIS — Rp2.785.700, sehingga gaji pokok CPNS-nya Rp1.988.720 dan Rp2.228.560.
Pertanyaan Seputar Psikotes Sekolah Kedinasan 2026
Psikotes sekolah kedinasan apa saja?
Umumnya tes kemampuan berpikir (deret angka, analogi, logika, dan gambar), tes kepribadian, tes sikap kerja seperti kecermatan atau hitung berlajur, dan pada tes kertas kadang tes menggambar seperti Wartegg. IPDN, misalnya, mengukur kecerdasan, kepribadian, sikap kerja, serta integritas dan kejujuran, sedangkan STIN mengukur kecerdasan, sikap kerja, kehidupan perasaan, dan penyesuaian sosial.
Apakah psikotes sekolah kedinasan menggugurkan?
Bisa. Di Poltekpin nilai di bawah 60 gugur, di STIN nilai 54 atau kurang gugur, di Polstat STIS Kode 3 gugur, di PKN STAN peserta wajib memenuhi kriteria tes psikologi, dan di Poltekip/Poltekim, Poltek SSN, serta sekolah Kemenhub pola pembibitan tahap ini bersistem gugur. Di IPDN nilainya ikut menentukan peringkat per provinsi, dan hanya 1,1× formasi (OAP Papua 1,5× kuota OAP) yang lanjut ke seleksi penentuan akhir.
Apa saja tes psikologi IPDN?
Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran berbasis CAT yang mengukur kecerdasan, kepribadian, sikap kerja (kecepatan, ketelitian, dan ketahanan kerja), serta integritas dan kejujuran. Pada 2026 tes ini dijadwalkan 21–22 Oktober dengan pengumuman hasil 24 Oktober.
Apa saja tes psikologi STIN?
Tes psikologi digital, tertulis, dan wawancara yang mengukur kecerdasan, sikap kerja, kehidupan perasaan, dan penyesuaian sosial. Bobotnya 70% di tahap SKB; nilai 65–100 Disarankan, 55–64 Dipertimbangkan, dan 54 ke bawah Tidak Disarankan sehingga gugur.
Apa saja psikotes sekolah Kemenhub?
Pengumuman seleksi pola pembibitan 2026 menyebut psikotes sebagai tahap yang menggugurkan pada Oktober, tanpa rincian materi. Siapkan tes kemampuan, kepribadian, dan sikap kerja seperti psikotes sekolah lain.
Apa saja psikotes PKN STAN?
Tes psikologi berbasis CBT dengan dua subtes: Subtes 1 mengukur resiliency, emotion regulation, consciousness, dan academic self efficacy, sedangkan Subtes 2 menggali sikap kerja berupa motivation dan perseverance. Nilainya tidak dibobot, tetapi wajib memenuhi kriteria.
Apa bedanya psikotes dengan TKP?
TKP adalah subtes SKD yang dikerjakan semua peserta di CAT BKN, dengan nilai 1–5 untuk tiap soal yang dijawab dan passing grade 156 untuk formasi umum. Psikotes adalah tahap terpisah setelah SKD, dengan aturan nilai yang berbeda di tiap sekolah.
Apakah tes Kraepelin dan Wartegg pasti keluar?
Tidak bisa dipastikan. Pengumuman resmi 2026 tidak menyebut alat tes yang dipakai. IPDN, PKN STAN, Polstat STIS, dan Poltekpin memakai tes berbasis komputer, sedangkan STIN juga mengadakan tes psikologi tertulis. Aspek sikap kerja bisa diukur dengan tes kecermatan di komputer atau tes hitung berlajur seperti Kraepelin dan Pauli, jadi kenali keduanya.
Apakah semua sekolah kedinasan ada psikotesnya?
Hampir semua. Pada 2026 psikotes menjadi tahap seleksi di IPDN, PKN STAN, STIN, Polstat STIS, Poltekip/Poltekim, Poltekpin, Poltek SSN, dan sekolah Kemenhub pola pembibitan. STMKG tidak mencantumkannya sebagai tahap tersendiri, meski pemeriksaan kesehatannya mencakup pemeriksaan kesehatan rohani.
Kapan psikotes sekolah kedinasan 2026?
Setelah SKD, umumnya pada Oktober: IPDN 21–22 Oktober, Polstat STIS 21–24 Oktober, PKN STAN dalam seleksi lanjutan 20–25 Oktober, sekolah Kemenhub dalam seleksi lanjutan 11–28 Oktober, Poltekpin dalam seleksi lanjutan 12–30 Oktober, dan STIN pada Oktober. Jadwal Poltekip/Poltekim dan Poltek SSN diumumkan lewat laman resminya.
Bagaimana cara lolos psikotes sekolah kedinasan?
Latih soal kemampuan, kecermatan, dan hitung cepat dengan batas waktu, jawab tes kepribadian dengan jujur dan konsisten, biasakan mengerjakan soal di komputer, dan datang dalam kondisi segar.
Di mana latihan psikotes sekolah kedinasan?
Program bimbel NewtonSix memuat latihan psikotes selain materi SKD, di kelas offline maupun online. Tanyakan jadwal dan lokasi kelas offline ke admin lewat formulir di halaman ini.
Sumber resmi (dicek Oktober 2026):
- Pedoman SPCP IPDN 2026 (spcp.ipdn.ac.id)
- Jadwal seleksi lanjutan SPCP IPDN 2026
- Permendagri No. 13 Tahun 2023 tentang IPDN
- Pengumuman SPMB-PM PKN STAN 2026 (PENG-2/PP/2026, pknstan.ac.id)
- Tahapan & bobot seleksi STIN 2026 (ptb.stin.ac.id)
- Pengumuman Kepala BPS No. B-1/02000/KP.111/2026 tentang SPMB Polstat STIS
- Jadwal SPMB Polstat STIS 2026 (spmb.stis.ac.id)
- Pengumuman Seleksi Calon Taruna Poltekimipas 2026 (No. SDM.1-SA.02.04-2)
- Laman penerimaan calon taruna Kemenimipas (catar.kemenimipas.go.id)
- Pengumuman SEK.2.KP.02.04-248: seleksi mahasiswa Poltekpin Kementerian Hukum TA 2026 (sekdin.kemenkum.go.id)
- Pengumuman PENG.01/PANSPTB/PP.01.01/08/2026 tentang SPTB Poltek SSN 2026
- Laman penerimaan taruna Poltek SSN 2026 (penerimaan.poltekssn.ac.id)
- Pengumuman PG-BPSDMP 02/2026 tentang seleksi calon taruna pola pembibitan Kemenhub
- Pengumuman PTB STMKG TA 2026/2027 (No. e.B/HM.01.02/007/SU/VIII/2026)
- Buku Pedoman PTB STMKG TA 2026/2027
- Keputusan MenPANRB No. 406 Tahun 2026 (JDIH KemenPANRB)

