BimbelKedinasan.com by NewtonSix

Panduan Sekolah Kedinasan

Psikotes Sekolah Kedinasan 2026: Jenis Tes, Aturan Nilai Tiap Sekolah, dan Contoh Soal

Tim Pengajar BimbelKedinasan.com Diperbarui Oktober 2026

Jawaban singkat

Psikotes (tes psikologi) adalah tahap seleksi lanjutan setelah SKD di hampir semua sekolah kedinasan yang kami bahas, untuk mengukur kemampuan berpikir, kepribadian, dan sikap kerja. Perannya berbeda: di STIN berbobot 70% dari tahap SKB dan menggugurkan bila nilainya 54 atau kurang, di Poltekpin berbobot 30% dengan ambang 60, dan di IPDN berbobot 25% dalam peringkat menuju seleksi penentuan akhir. Di Polstat STIS hasilnya berupa kode (Kode 3 gugur), sedangkan di PKN STAN, Poltekip/Poltekim, Poltek SSN, dan sekolah Kemenhub (pola pembibitan) hasilnya menentukan lolos atau gugur. STMKG tidak mencantumkan psikotes sebagai tahap tersendiri pada 2026.

Psikotes Tiap Sekolah Kedinasan 2026

Isi, peran nilai, dan jadwal psikotes berbeda di tiap sekolah, jadi cek aturan sekolah tujuanmu sebelum berlatih.

SekolahIsi dan bentuk psikotesPeran nilaiJadwal 2026
IPDNTes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran berbasis CAT: kecerdasan, kepribadian, sikap kerja, serta integritas dan kejujuranBobot 25% dalam peringkat per provinsi (bersama SKD 20%, TKBI 40%, kesehatan 15%); yang lanjut ke seleksi penentuan akhir 1,1× formasi (OAP Papua 1,5× kuota OAP)21–22 Oktober di lokasi yang ditunjuk Polda; hasil 24 Oktober
PKN STANCBT dua subtes: resiliency, emotion regulation, consciousness, dan academic self efficacy; lalu sikap kerja (motivation dan perseverance)Tidak dibobot, tetapi wajib memenuhi kriteria untuk lulusDalam seleksi lanjutan 20–25 Oktober
STINTes psikologi digital, tertulis, dan wawancara pada tahap SKB: kecerdasan, sikap kerja, kehidupan perasaan, dan penyesuaian sosial70% dari nilai SKB; 65–100 Disarankan, 55–64 Dipertimbangkan, 54 ke bawah Tidak Disarankan dan gugurOktober, terpusat di Jakarta
Polstat STISPsikotes dan wawancara daring (CBT) pada Seleksi Lanjutan IIKode 1 (Disarankan), 2 (Dipertimbangkan), atau 3 (Tidak Disarankan) — Kode 3 gugur dan 1,2× kebutuhan lanjut; bila yang lulus tahap akhir melebihi kebutuhan, hasil ini menjadi penentu pertama21–24 Oktober (hasil 5 November)
Poltekip & PoltekimSeleksi psikologi: inteligensi, sikap kerja, dan kepribadian, termasuk integritas, kestabilan emosi, dan kesiapan mental; bentuk tesnya tidak dirinciBersistem gugurDiumumkan lewat laman resmi
PoltekpinPsikotes CBT dengan skala nilai 0–100Gugur di bawah ambang 60; bila lolos berbobot 30% dari nilai seleksi lanjutanDalam seleksi lanjutan 12–30 Oktober di Jakarta
Poltek SSNSeleksi psikologi; materi rinci dan bobotnya tidak dipublikasikan di pengumumanBersistem gugurDi Jakarta; waktunya diumumkan di laman penerimaan
Sekolah Kemenhub (pola pembibitan)Psikotes (rinciannya tidak dimuat di pengumuman)Menggugurkan, tidak dibobotDalam seleksi lanjutan 11–28 Oktober
STMKGTidak tercantum sebagai tahap tersendiri——

Pengumuman 2026 tidak menyebut nama alat tes yang dipakai. IPDN, PKN STAN, STIN, dan Poltekimipas merinci aspek yang diukur, sedangkan Poltekpin, Poltek SSN, dan sekolah Kemenhub tidak. Jadwal di atas adalah jadwal 2026; jadwal 2027 mengikuti pengumuman resmi tiap sekolah.

Apa Itu Psikotes Sekolah Kedinasan dan Apa yang Diukur?

Psikotes adalah rangkaian tes untuk mengukur kemampuan berpikir, kepribadian, dan perilaku kerja calon mahasiswa, taruna, atau praja sekolah kedinasan; pedoman SPCP IPDN 2026, misalnya, merinci empat aspek berikut.

Psikotes berbeda dengan TKP di SKD. TKP adalah subtes SKD yang dikerjakan semua peserta di CAT BKN, dengan nilai 1–5 untuk tiap soal yang dijawab dan passing grade 156 untuk formasi umum. Psikotes adalah tahap terpisah setelah SKD dengan aturan nilai yang berbeda di tiap sekolah.

  • Kecerdasan

    Cara berpikir praktis, verbal, logis, dan analitis — aspek kecerdasan pada tes psikologi IPDN. STIN dan Poltekimipas juga mengujinya.

  • Kepribadian

    Di IPDN antara lain stabilitas emosi, penyesuaian diri, kepercayaan diri, dan motif berprestasi; PKN STAN mengukur resiliency, emotion regulation, consciousness, dan academic self efficacy, sedangkan STIN menyebut kehidupan perasaan dan penyesuaian sosial.

  • Sikap kerja

    Kecepatan, ketelitian, dan ketahanan kerja di IPDN; PKN STAN menggali motivation dan perseverance, dan STIN serta Poltekimipas juga mengukur sikap kerja.

  • Integritas dan kejujuran

    IPDN mengujinya dalam satu rangkaian dengan tes psikologi, termasuk aspek transparansi, profesionalisme, dan religiusitas; Poltekimipas juga mengukur integritas dan kesiapan mental.

Sumber: Pedoman SPCP IPDN 2026 (spcp.ipdn.ac.id)

Jenis Soal yang Umum di Psikotes

Pengumuman resmi tidak menyebut alat tes yang dipakai, tetapi psikotes seleksi umumnya memuat empat bentuk soal berikut; di sekolah yang memakai CAT/CBT, sebagian besar berupa pilihan ganda di komputer.

Di STIN dan Polstat STIS, psikotes juga mencakup wawancara. Siapkan jawaban jujur tentang motivasi, pengalaman, dan cara kamu menghadapi masalah.

  • Tes kemampuan (inteligensi)

    Deret angka, analogi dan padanan kata, silogisme, hitungan, serta pola gambar dan bangun ruang, dengan batas waktu per bagian. Polanya mirip TIU SKD.

  • Tes kepribadian

    Pernyataan yang kamu pilih sesuai atau tidak sesuai dengan dirimu, atau pasangan pernyataan yang harus dipilih salah satu. Tidak ada jawaban benar-salah; yang dilihat adalah profil dan konsistensi jawabanmu.

  • Tes sikap kerja (kecermatan dan hitung berlajur)

    Di komputer bisa berupa tes kecermatan: mencari huruf, angka, atau simbol yang hilang dengan waktu sangat singkat per soal. Di kertas berupa tes Kraepelin atau Pauli: menjumlahkan angka yang berdekatan terus-menerus. Keduanya melihat kecepatan, ketelitian, dan ketahanan kerja.

  • Tes menggambar

    Misalnya Wartegg (menggambar di 8 kotak yang sudah berisi tanda kecil), menggambar orang, atau menggambar pohon. Tes ini dikerjakan di kertas, jadi belum tentu muncul di psikotes berbasis komputer.

Tes Kraepelin dan Pauli (Tes Koran): Cara Mengerjakan

Tes Kraepelin dan Pauli memintamu menjumlahkan dua angka yang berdekatan berulang-ulang dan menuliskan angka satuan hasilnya; yang diukur adalah kecepatan, ketelitian, kestabilan, dan ketahanan kerja.

Bentuk lembar dan instruksinya bisa berbeda di tiap penyelenggara, dan di psikotes berbasis komputer bentuk tes sikap kerja bisa berbeda dari lembar kertas — ikuti petunjuk di layar dan arahan pengawas pada hari tes.

  • Contoh: 8 dan 7 dijumlah 15, maka yang ditulis 5.
  • Kraepelin: lembar berisi banyak lajur angka pendek; kamu pindah ke lajur berikutnya setiap ada aba-aba, umumnya dikerjakan dari bawah ke atas, dengan waktu total lebih singkat daripada Pauli.
  • Pauli: lembar besar seperti koran yang dikerjakan lebih lama — umumnya sekitar satu jam — dari atas ke bawah, dengan menandai batas setiap ada aba-aba.
  • Jaga tempo tetap stabil dari awal sampai akhir; hasilnya dibaca dari jumlah hitungan, kesalahan, dan kestabilan tempo.
  • Jangan melompati angka atau berhenti lama membetulkan salah hitung; ikuti cara koreksi yang diinstruksikan pengawas.
  • Latih penjumlahan satu digit tanpa alat hitung 10–15 menit per hari sampai jawabannya keluar otomatis.

Tes Wartegg dan Tes Menggambar

Tes Wartegg memakai 8 kotak yang masing-masing sudah berisi tanda kecil, seperti titik, garis, atau lengkungan, dan kamu menggambar di setiap kotak dengan memanfaatkan tanda itu. Seperti tes menggambar orang dan pohon, ini tes proyektif kepribadian: yang dinilai bukan bakat seni, melainkan cara kamu memakai tanda, isi gambar, dan urutan mengerjakannya.

Tes kertas seperti ini belum tentu dipakai di psikotes berbasis komputer, dan pengumuman 2026 tidak menyebutnya.

  • Pakai tanda di setiap kotak sebagai bagian dari gambar, jangan diabaikan.
  • Selesaikan kedelapan kotak; gambar sederhana yang lengkap lebih baik daripada kotak yang kosong.
  • Buat gambar yang berbeda-beda dan wajar, lalu ikuti instruksi tambahan seperti memberi judul atau mencatat urutan mengerjakan.
  • Untuk menggambar orang atau pohon, gambarlah secara utuh dan proporsional, tanpa terburu-buru.

Contoh Soal Psikotes dan Pembahasannya

Berikut contoh soal latihan untuk tiap jenis tes — bukan soal asli seleksi — agar kamu mengenal pola dan cara berpikirnya.

JenisSoalJawaban & pembahasan
Deret angka3, 6, 12, 24, …48 — setiap angka dikali 2.
Deret angka2, 5, 10, 17, 26, …37 — selisihnya 3, 5, 7, 9, jadi berikutnya +11.
AnalogiDOKTER : PASIEN = GURU : …MURID — pihak yang dilayani oleh profesi tersebut.
SilogismeSemua taruna wajib apel pagi. Raka seorang taruna. Kesimpulannya?Raka wajib apel pagi.
Padanan kataSinonim AJEG adalah …Tetap atau konsisten.
KecermatanKelompok: A B C D E. Soal: B E A D — huruf apa yang hilang?C — bandingkan soal dengan kelompoknya, lalu cari yang tidak ada.
Hitung berlajurLajur dari atas: 4, 9, 6, 8 — jumlahkan berpasangan dari bawah8+6=14 → tulis 4; 6+9=15 → tulis 5; 9+4=13 → tulis 3. Cukup angka satuannya.
Kepribadian“Saya tetap menyelesaikan tugas meski tidak diawasi.” Sesuai / Tidak sesuaiTidak ada jawaban benar; pilih yang paling jujur. Pernyataan serupa bisa muncul lagi dengan kalimat lain untuk melihat konsistensimu.

Latihan TIU: download soal SKD PDF + pembahasan

Cara Menyiapkan Psikotes Sekolah Kedinasan

Psikotes bisa dipersiapkan: tes kemampuan dan sikap kerja makin lancar dengan latihan berbatas waktu, sedangkan tes kepribadian cukup dijawab jujur dan konsisten.

  • Latih soal kemampuan (deret, analogi, logika, dan gambar) dengan batas waktu 3–4 kali seminggu, mulai minimal sebulan sebelum tes.
  • Latih tes kecermatan berbatas waktu dan hitung cepat satu digit tanpa alat hitung untuk tes Kraepelin atau Pauli.
  • Jawab tes kepribadian sesuai dirimu, bukan sesuai jawaban yang kamu kira diinginkan; banyak tes kepribadian memuat pernyataan berulang atau butir pengecek, sehingga jawaban yang dibuat-buat berisiko terbaca tidak konsisten.
  • Biasakan mengerjakan soal di komputer, karena IPDN, PKN STAN, Polstat STIS, dan Poltekpin memakai CAT/CBT dan STIN memakai tes psikologi digital selain tes tertulis; untuk STIS yang daring, siapkan perangkat dan koneksi yang stabil.
  • Siapkan cerita jujur tentang alasan memilih sekolah dan pengalamanmu untuk wawancara.
  • Tidur cukup, sarapan, datang lebih awal, dan baca tata tertib serta jadwal di laman resmi — IPDN, misalnya, mengadakan gladi jaringan bersamaan dengan jadwal tes psikologinya.

Daftar bimbel dengan latihan psikotes

Rincian Psikotes dan Tes Lanjutan per Sekolah

Seluruh tahapan tes tiap sekolah — termasuk kesehatan, kebugaran, wawancara, dan bobot nilai akhirnya — dibahas di panduan tes atau halaman sekolahnya masing-masing.

  • IPDN

    Tes psikologi, integritas, dan kejujuran, serta tes kesehatan dan kesamaptaan.

  • PKN STAN

    TPA, TBI, tes psikologi, kesehatan, kebugaran, dan bobot kelulusan.

  • STIN

    SKD, lalu SKB dengan tes psikologi digital, tertulis, dan wawancara berbobot 70%.

  • Polstat STIS

    Tes Matematika, psikotes dan wawancara daring, kesehatan, dan kebugaran.

  • Poltekip & Poltekim

    Kesehatan, kesamaptaan, psikologi, serta wawancara dan keterampilan.

  • Poltekpin

    Psikotes CBT berambang 60 dan bobot seleksi lanjutan.

  • Poltek SSN

    Tes akademik, psikologi, kesehatan, kebugaran, Litpers, dan Pantukhir.

  • Sekolah Kemenhub

    Kesehatan dan psikotes yang menggugurkan, kebugaran, dan wawancara.

  • STMKG

    SKB, kesehatan, kebugaran, dan wawancara.

Panduan Sekolah Kedinasan lainnyaSemua info Sekolah Kedinasan →

Pertanyaan Seputar Psikotes Sekolah Kedinasan 2026

Psikotes sekolah kedinasan apa saja?

Umumnya tes kemampuan berpikir (deret angka, analogi, logika, dan gambar), tes kepribadian, tes sikap kerja seperti kecermatan atau hitung berlajur, dan pada tes kertas kadang tes menggambar seperti Wartegg. IPDN, misalnya, mengukur kecerdasan, kepribadian, sikap kerja, serta integritas dan kejujuran, sedangkan STIN mengukur kecerdasan, sikap kerja, kehidupan perasaan, dan penyesuaian sosial.

Apakah psikotes sekolah kedinasan menggugurkan?

Bisa. Di Poltekpin nilai di bawah 60 gugur, di STIN nilai 54 atau kurang gugur, di Polstat STIS Kode 3 gugur, di PKN STAN peserta wajib memenuhi kriteria tes psikologi, dan di Poltekip/Poltekim, Poltek SSN, serta sekolah Kemenhub pola pembibitan tahap ini bersistem gugur. Di IPDN nilainya ikut menentukan peringkat per provinsi, dan hanya 1,1× formasi (OAP Papua 1,5× kuota OAP) yang lanjut ke seleksi penentuan akhir.

Apa saja tes psikologi IPDN?

Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran berbasis CAT yang mengukur kecerdasan, kepribadian, sikap kerja (kecepatan, ketelitian, dan ketahanan kerja), serta integritas dan kejujuran. Pada 2026 tes ini dijadwalkan 21–22 Oktober dengan pengumuman hasil 24 Oktober.

Apa saja tes psikologi STIN?

Tes psikologi digital, tertulis, dan wawancara yang mengukur kecerdasan, sikap kerja, kehidupan perasaan, dan penyesuaian sosial. Bobotnya 70% di tahap SKB; nilai 65–100 Disarankan, 55–64 Dipertimbangkan, dan 54 ke bawah Tidak Disarankan sehingga gugur.

Apa saja psikotes sekolah Kemenhub?

Pengumuman seleksi pola pembibitan 2026 menyebut psikotes sebagai tahap yang menggugurkan pada Oktober, tanpa rincian materi. Siapkan tes kemampuan, kepribadian, dan sikap kerja seperti psikotes sekolah lain.

Apa saja psikotes PKN STAN?

Tes psikologi berbasis CBT dengan dua subtes: Subtes 1 mengukur resiliency, emotion regulation, consciousness, dan academic self efficacy, sedangkan Subtes 2 menggali sikap kerja berupa motivation dan perseverance. Nilainya tidak dibobot, tetapi wajib memenuhi kriteria.

Apa bedanya psikotes dengan TKP?

TKP adalah subtes SKD yang dikerjakan semua peserta di CAT BKN, dengan nilai 1–5 untuk tiap soal yang dijawab dan passing grade 156 untuk formasi umum. Psikotes adalah tahap terpisah setelah SKD, dengan aturan nilai yang berbeda di tiap sekolah.

Apakah tes Kraepelin dan Wartegg pasti keluar?

Tidak bisa dipastikan. Pengumuman resmi 2026 tidak menyebut alat tes yang dipakai. IPDN, PKN STAN, Polstat STIS, dan Poltekpin memakai tes berbasis komputer, sedangkan STIN juga mengadakan tes psikologi tertulis. Aspek sikap kerja bisa diukur dengan tes kecermatan di komputer atau tes hitung berlajur seperti Kraepelin dan Pauli, jadi kenali keduanya.

Apakah semua sekolah kedinasan ada psikotesnya?

Hampir semua. Pada 2026 psikotes menjadi tahap seleksi di IPDN, PKN STAN, STIN, Polstat STIS, Poltekip/Poltekim, Poltekpin, Poltek SSN, dan sekolah Kemenhub pola pembibitan. STMKG tidak mencantumkannya sebagai tahap tersendiri, meski pemeriksaan kesehatannya mencakup pemeriksaan kesehatan rohani.

Kapan psikotes sekolah kedinasan 2026?

Setelah SKD, umumnya pada Oktober: IPDN 21–22 Oktober, Polstat STIS 21–24 Oktober, PKN STAN dalam seleksi lanjutan 20–25 Oktober, sekolah Kemenhub dalam seleksi lanjutan 11–28 Oktober, Poltekpin dalam seleksi lanjutan 12–30 Oktober, dan STIN pada Oktober. Jadwal Poltekip/Poltekim dan Poltek SSN diumumkan lewat laman resminya.

Bagaimana cara lolos psikotes sekolah kedinasan?

Latih soal kemampuan, kecermatan, dan hitung cepat dengan batas waktu, jawab tes kepribadian dengan jujur dan konsisten, biasakan mengerjakan soal di komputer, dan datang dalam kondisi segar.

Di mana latihan psikotes sekolah kedinasan?

Program bimbel NewtonSix memuat latihan psikotes selain materi SKD, di kelas offline maupun online. Tanyakan jadwal dan lokasi kelas offline ke admin lewat formulir di halaman ini.

Sumber resmi (dicek Oktober 2026):

Form Pendaftaran Bimbel Sekolah Kedinasan NewtonSix

Isi dan kirim form di bawah ini, admin kami akan segera menghubungi Anda.

Ada kelas offline dan online — tanyakan lokasi dan jadwal kelas offline langsung ke admin kami.

Boleh nomor siswa atau orang tua.

Kelas Saat Ini *

Admin kami akan menghubungi Anda lewat WhatsApp.