BimbelKedinasan.com by NewtonSix

Panduan IPDN

Syarat Masuk IPDN 2026: Usia, Nilai Ijazah, Tinggi Badan, dan Kuota per Provinsi

Tim Pengajar BimbelKedinasan.com Diperbarui Oktober 2026

Jawaban singkat

Syarat utama masuk IPDN 2026: lulusan SMA/MA (bukan SMK atau Paket C), usia 16–21 tahun per 1 Januari 2026, nilai rata-rata ijazah minimal 73,00 (enam provinsi Papua 65,00), nilai Bahasa Inggris minimal 75,00, tinggi minimal 160 cm (pria) atau 155 cm (wanita), dan tidak berkacamata. Kursinya dibagi per provinsi — total 1.410 pada 2026.

Syarat Umum Pendaftaran IPDN 2026

Syarat SPCP IPDN 2026 ditetapkan lewat Surat Edaran Mendagri No. 800.1.2.2/5875/SJ; satu syarat tidak terpenuhi berarti gugur di verifikasi administrasi.

SyaratKetentuan 2026
PendidikanLulusan SMA/MA; bukan lulusan SMK dan bukan Paket C
Usia16–21 tahun per 1 Januari 2026
Nilai ijazahRata-rata minimal 73,00 (6 provinsi Papua: 65,00)
Bahasa InggrisNilai di ijazah/SKL minimal 75,00 (6 provinsi Papua dikecualikan)
Tinggi badanMinimal 160 cm (pria) dan 155 cm (wanita)
PenglihatanTidak menggunakan kacamata atau lensa kontak
StatusBelum pernah menikah; wanita belum pernah hamil atau melahirkan
Tato & tindikTidak bertato; pria tidak bertindik atau punya bekas tindik (kecuali karena agama/adat)

Lulusan 2026 yang belum menerima ijazah memakai Surat Keterangan Lulus yang memuat nilai akhir kelas XII. Kami tidak menemukan pembatasan jurusan SMA (IPA/IPS/Bahasa) di syarat resmi.

Sumber: Surat Edaran Mendagri No. 800.1.2.2/5875/SJ tentang SPCP IPDN 2026

Syarat Lain: Domisili, Hukum, dan Komitmen

Selain syarat akademik dan fisik, pendaftar harus berdomisili di provinsi tempat mendaftar dan bersih dari masalah hukum.

  • Berdomisili minimal 1 tahun sampai saat pendaftaran di kabupaten/kota pada provinsi tempat mendaftar, dibuktikan dengan KK dan KTP-el (atau KIA bagi yang belum 17 tahun).
  • Domisili kurang dari 1 tahun tetap boleh bila bersekolah SMA/MA di provinsi itu, orang tua kandung berasal dari provinsi itu, atau orang tua kandung bertugas negara di sana.
  • Tidak sedang terlibat kasus pidana dan tidak pernah dipidana.
  • Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai praja IPDN atau mahasiswa perguruan tinggi lain.
  • Setelah lulus seleksi, sanggup tidak menikah selama pendidikan.
  • Pendaftar yang memalsukan dokumen dinyatakan gugur.

Sumber: Surat Edaran Mendagri No. 800.1.2.2/5875/SJ tentang SPCP IPDN 2026

Dokumen yang Diunggah saat Mendaftar

Dokumen diunggah di SSCASN dengan format dan ukuran tertentu; pendaftar juga wajib punya email dan nomor HP yang aktif.

DokumenFormat
KTP.jpg, maks. 500 KB
Pasfoto 4×6 berwarna, latar merah, menghadap depan, tanpa kacamata, kemeja putih lengan panjang.jpg, maks. 500 KB
Kartu Keluarga.pdf, maks. 1.000 KB
Ijazah SMA bolak-balik atau SKL yang memuat nilai.pdf, maks. 1.000 KB
Transkrip nilai.pdf, maks. 1.000 KB
Pakta Integritas 2026 (tulisan tangan, huruf kapital).pdf, maks. 1.000 KB
Surat Keterangan OAP (khusus formasi OAP).pdf, maks. 1.000 KB
Bukti pengganti domisili (bila domisili kurang dari 1 tahun).pdf, maks. 1.000 KB

Sumber: Petunjuk pendaftaran SPCP IPDN 2026

Kuota IPDN 2026 per Provinsi

Kursi IPDN dibagi per provinsi asal pendaftar — 1.200 untuk 32 provinsi di luar Papua dan 210 untuk enam provinsi Papua — dan peringkat seleksi juga dihitung per provinsi.

32 provinsi di luar Papua
ProvinsiKursi 2026
Aceh54
Sumatera Utara74
Sumatera Barat46
Riau32
Kepulauan Riau22
Jambi30
Sumatera Selatan42
Bangka Belitung22
Bengkulu28
Lampung38
DKI Jakarta20
Jawa Barat62
Banten24
Jawa Tengah78
DI Yogyakarta18
Jawa Timur84
Kalimantan Barat36
Kalimantan Tengah36
Kalimantan Timur28
Kalimantan Selatan34
Kalimantan Utara18
Bali26
Nusa Tenggara Barat28
Nusa Tenggara Timur52
Sulawesi Selatan56
Sulawesi Tengah34
Sulawesi Utara38
Gorontalo20
Sulawesi Tenggara42
Sulawesi Barat20
Maluku30
Maluku Utara28
Jumlah1.200

Pembagian kursi pria dan wanita per provinsi tidak kami temukan di sumber resmi.

Sumber: Alokasi formasi SPCP IPDN 2026

Kuota Enam Provinsi Papua (OAP dan Non-OAP)

Di wilayah Papua, kursi dibagi lagi menjadi kuota Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP: totalnya 168 OAP dan 42 non-OAP.

ProvinsiOAPNon-OAPTotal
Papua34741
Papua Pegunungan31738
Papua Barat28735
Papua Barat Daya25732
Papua Tengah31738
Papua Selatan19726
Jumlah16842210

Tiap provinsi mendapat kuota tingkat provinsi 7 OAP dan 7 non-OAP, ditambah 3 kursi OAP per kabupaten/kota.

Sumber: Alokasi formasi SPCP IPDN 2026

Jadwal SPCP IPDN 2026

Pendaftaran SPCP IPDN 2026 berlangsung 18–30 Agustus 2026 lewat SSCASN, dan pengumuman kelulusan akhir dijadwalkan 6 November 2026.

TahapJadwal 2026
Pendaftaran di SSCASN18–30 Agustus
Verifikasi dokumen administrasi18 Agustus–1 September
Pengumuman verifikasi, masa sanggah, dan pasca-sanggah2–8 September
Pengumuman jadwal SKD & cetak kartu18–21 September
SKD (CAT BKN)22–29 September
Pengumuman hasil SKD6 Oktober
Verifikasi faktual Tahap I & TKBI8–10 Oktober (hasil 15 Oktober)
Tes Kesehatan Tahap I17 Oktober
Tes Psikologi, Integritas & Kejujuran21–22 Oktober
Seleksi Penentuan Akhir27 Oktober–5 November (Papua: 27–31 Oktober)
Pengumuman kelulusan akhir6 November
Registrasi calon praja8–9 November

Mengikuti Pengumuman Rektor IPDN 24 September 2026 dan masih dapat berubah. Jadwal 2027 diumumkan di spcp.ipdn.ac.id.

Isi tes kesehatan & kesamaptaan IPDN Sumber: Pengumuman Rektor IPDN: jadwal seleksi lanjutan (24 September 2026)

Cara Daftar IPDN lewat SSCASN

Pendaftaran SPCP IPDN dilakukan daring di SSCASN BKN dengan memilih provinsi sesuai domisili — karena kursi dan peringkatnya dihitung per provinsi.

  • Siapkan dokumen sesuai format di atas, serta email dan nomor HP yang aktif.
  • Buat akun di sscasn.bkn.go.id dengan NIK, lalu lengkapi biodata.
  • Pilih sekolah kedinasan IPDN (Kementerian Dalam Negeri) dan provinsi tempat mendaftar sesuai domisili.
  • Unggah dokumen, periksa ulang, akhiri pendaftaran, dan cetak bukti pendaftarannya.
  • Pantau pengumuman verifikasi dan masa sanggah di akun SSCASN dan spcp.ipdn.ac.id.

Passing grade SKD IPDN 2026 Sumber: Petunjuk pendaftaran SPCP IPDN 2026

Panduan IPDN lainnyaSemua info IPDN →

Panduan umum sekolah kedinasan

Pertanyaan Seputar Syarat Masuk IPDN 2026

Berapa nilai minimal untuk masuk IPDN?

Rata-rata nilai ijazah minimal 73,00 (enam provinsi Papua 65,00) dan nilai Bahasa Inggris minimal 75,00 (Papua dikecualikan), sesuai SE Mendagri untuk SPCP 2026.

Apakah lulusan SMK bisa masuk IPDN?

Tidak. Pada SPCP 2026 pendaftar harus lulusan SMA/MA; lulusan SMK dan Paket C tidak dapat mendaftar.

Apakah boleh memakai kacamata untuk masuk IPDN?

Tidak. Syarat 2026 menyebut pendaftar tidak menggunakan kacamata maupun lensa kontak.

Berapa tinggi badan minimal masuk IPDN?

Minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita.

Bolehkah mendaftar IPDN dari provinsi lain?

Pendaftar harus berdomisili minimal 1 tahun di provinsi tempat mendaftar, kecuali bersekolah SMA/MA di sana, orang tua kandungnya berasal dari sana, atau orang tua kandungnya bertugas negara di sana.

Berapa kuota IPDN 2027 per provinsi?

Kuota 2027 belum diumumkan. Sebagai acuan, pada 2026 provinsi di luar Papua mendapat 18 kursi (DI Yogyakarta, Kalimantan Utara) sampai 84 kursi (Jawa Timur); enam provinsi Papua mendapat 26–41 kursi.

Kapan pendaftaran IPDN 2027 dibuka?

Jadwalnya diumumkan lewat surat edaran Mendagri dan spcp.ipdn.ac.id. Sebagai gambaran, pendaftaran 2026 dibuka 18–30 Agustus 2026.

IPDN 2027 angkatan berapa?

Nomor angkatan bertambah satu tiap tahun penerimaan. Menurut kalender akademik IPDN 2025/2026, praja yang masuk 2025 adalah Angkatan XXXVI dan yang masuk 2024 Angkatan XXXV. Dengan pola itu, penerimaan 2026 menjadi Angkatan XXXVII dan penerimaan 2027 Angkatan XXXVIII; nomor resminya ditetapkan saat pengukuhan praja.

Sumber resmi (dicek Oktober 2026):

Form Pendaftaran Bimbel Sekolah Kedinasan NewtonSix

Isi dan kirim form di bawah ini, admin kami akan segera menghubungi Anda.

Ada kelas offline dan online — tanyakan lokasi dan jadwal kelas offline langsung ke admin kami.

Boleh nomor siswa atau orang tua.

Kelas Saat Ini *

Admin kami akan menghubungi Anda lewat WhatsApp.